15+ Pakaian Adat Sumatera Barat Lengkap dengan Cara Pakainya

15+ Pakaian Adat Sumatera Barat Lengkap dengan Cara Pakainya – Sumatera Barat dikenal sebagai daerah dengan berjuta budaya, salah satu yang paling menonjol adalah budaya dalam berbusana yang tergambar dalam sejumlah pakaian adat Sumatera Barat, yang mungkin gambar-gambarnya sudah pernah Anda lihat.  Bukan saja karena desainnya yang fenomenal, tapi juga bagian-bagian pakaian yang punya arti tersendiri.

Penasaran seperti apa pakaian adat orang Minangkabau tersebut? Simak informasi tentang pakaian adat dari Sumbar berikut ini:

Pakaian Adat Sumatera Barat untuk Pria

Pakaian Adat Sumatera Barat untuk Pria

Untuk pria Minang, pakaian penghulu merupakan pakaian adat yang sudah dipakai sejak dulu. Banyak perlengkapan yang harus dipakai bersamaan, saat seseorang mengenakannya. Tapi memang penggunaannya tak bisa sembarangan, hanya orang-orang tertentu saja yang boleh memakainya pada acara tertentu pula. Berikut ini penjelasannya hanya untuk Anda:

1. Baju

Warna baju adat pria ini biasanya adalah hitam, dengan bagian tangan dibuat lebar dan diberi sentuhan benang emas. Untuk membuat baju ini dipakai bahan beludru berkualitas, sehingga tetap nyaman digunakan. Saat memakainya, biasa dilengkapi dengan sentuhan beberapa aksesoris, seperti tongkat dan lainnya.

2. Cawek

Dalam bahasa Indonesia nama cawek disebut ikat pinggang, ada yang terbuat dari bahan kain jenis sutra khusus atau kain berbahan halus lainya. Cara pakainya dengan mengikatkan cawek pada bagian pinggang pakaian, untuk memperkuat celana agar tidak mudah lepas. Keunikannya terlihat pada hiasan bagian bawah, yang memiliki motif pucuk rebung.

3. Sandang

Merupakan kain khusus yang juga diikatkan pada bagian pinggang pria, bentuknya segi empat dengan warna merah menyala. Biasanya terbuat dari kain songket atau kain khusus lainnya yang menjadi simbol kepemimpinan seorang penghulu yang bertanggung jawab, dan menjadi mamak bagi kemenakannya dengan cara yang sesuai dengan adat istiadat.

Baca Juga :  Model Dress Batik

4. Sarawa

Merupakan celana yang juga terbuat dari beludru, dengan hiasan mirip dengan bajunya. Desainnya dibuat melebar ke bawah, sehingga nyaman dipakai untuk berjalan maupun saat duduk. Warna utama dari celana ini adalah hitam sama dengan bajunya, sehingga terlihat serasi dan selaras.

5. Tungkek

Adalah tongkat yang menjadi aksesoris pelengkap, dalam penggunaan pakaian tradisional pria Minangkabau. Penggunaannya tidak memandang usia, karena merupakan salah satu simbol tentang penghormatan kepada pria yang sudah diangkat menjadi penghulu. Di mana dia lebih  lebih diprioritaskan, daripada pria lainnya dalam sebuah kaum.

6. Keris

Letak keris ini adalah diselipkan pada bagian pinggang dan hanya penghulu yang boleh menggunakannya saat berbusana adat ini. Pria biasa hanya boleh menyimpannya, tidak untuk diumbar saat berbusana adat.

7. Destar

Biasa juga disebut deta yang merupakan penutup kepala pria Minang, yang bentuk dan bagiannya cukup variatif. Tergantung pada daerah asal si pria dan apa kedudukan seorang pria di tengah kaumnya. Banyak makna yang terkandung dalam sebuah penutup kepala, mulai dari makna  ukuran, jumlah kerutan, hingga warnanya.

Pakaian Adat Sumatera Barat Untuk Wanita

Pakaian Adat Sumatera Barat untuk Wanita

Beda lagi dengan keunikan pakaian adat Sumatera Barat untuk wanita, yang juga punya beberapa bagian dengan peran pentingnya masing-masing. Biasanya disebut sebagai pakaian limpapeh rumah nan gadang, atau pakaian untuk tiang penyangga dalam sebuah rumah yang merupakan peran seorang wanita Minang.

1. Baju Batabue

Dalam bahasa Indonesia disebut baju yang diberi taburan, artinya adalah sebuah baju yang di atasnya diberi sentuhan motif dan aksesoris dari benang emas. Banyak makna yang terkandung dalam baju ini, tergantung pada daerah tempat baju tersebut berasal. Misalnya baju dari Kota Solok, akan beda artinya dengan baju dari Pariaman.

Baca Juga :  6+ Pakaian Adat Sulawesi Selatan yang Bikin Takjub

2. Lambak

Sarung khas Minangkabau ini terbuat dari songket, dalam pembuatannya ada yang diberi belah pada bagian depan, belakang, atau samping kiri maupun kanan. Hal itu sesuai juga dari asal daerah. Warnanya juga sangat beragam, namun pada pakaian zaman dulu kebanyakan berwarna merah dengan dominasi aksesoris warna emas.

3. Salempang

Merupakan aksesoris pelengkap pakaian wanita yang terbuat dari kain songket panjang, kemudian diletakkan pada bagian bahu dengan cara menyilang. Warnanya disesuaikan dengan warna kain sarung yang digunakan wanita tersebut, tapi kebanyakan menggunakan bahan songket asli Minangkabau.

4. Minsie

Adalah aksesoris yang digambarkan berupa benang emas yang dijadikan pinggiran baju, sehingga akan terlihat lebih mewah dan elegan saat digunakan. Selain itu, bagian ini juga punya arti penting yaitu terkait demokrasi yang dianut oleh masyarakat Minangkabau.

5. Tingkuluak

Merupakan hiasan pada bagian kepala wanita dengan bentuk runcing mirip atap Rumah Gadang Khas Minang, ada juga yang diberi nama suntiang dan hanya dipakai saat seorang wanita melangsungkan pernikahan. Bentuknya berupa susunan aksesoris kuningan berbentuk bunga, yang dibuat seperti bando mengelilingi  bagian atas kepala.

6. Galang

Adalah gelang sebagai aksesoris pelengkap pakaian wanita Minang, banyak jenis yang bisa digunakan sesuai dengan acara yang didatangi wanita tersebut. Ada yang diberi nama galang basa, galang ula, galang bapahek, hingga kunci maik. Kebanyakan dibuat dari bahan kuningan hingga emas, yang didesain sedemikian rupa menjadi aksesoris yang memukau.

7. Dukuah

Atau disebut juga dengan kalung, jenisnya beragam berdasarkan bahan pembuatannya. Ada yang namanya dukuh penyiaran, kaban, daraham, manik pualam, perada, dan cekik leher. Penggunaan aksesoris ini berarti seorang wanita punya pendirian kokoh, terhadap kebenaran yang diketahuinya.

Baca Juga :  Motif Batik

8. Balapak

Balapak adalah selendang yang dulu hanya dipakai oleh wanita yang sudah siap menikah, tapi sekarang lebih kepada aksesoris untuk menambah kesempurnaan pakaian adat wanita Minangkabau. Arti dari penggunaan balapak ini adalah, seorang wanita sudah siap untuk berumah tangga dan punya keturunan dari pasangannya.

Filosofi Pakaian Adat Sumatera Barat

Banyak filosofi dalam pakaian adat dari orang Sumatera Barat diantaranya filosofi pada baju pria untuk penghulu yang berwarna hitam merupakan lambang pemimpin dan kebijaksanaan bersikap. Dalam bahasa Minang ada pepatah yang menyebutkan tentang warna hitam ini, yaitu “hitam tahan tapo, putiah tahan sasah”. Artinya adalah warna hitam tahan ditempa, sedangkan warna putih tahan saat dicuci.

Kemudian filosofi pada celana pria yang memiliki makna terkait kemampuan seorang pemimpin, untuk mematuhi aturan dan jadi contoh di tengah masyarakat. Lalu filosofi pada aksesoris sasampiang yang bermakna keberanian seorang pemimpin. Ada juga filosofi pada penutup kepala atau deta, yang bermakna pemimpin berwawasan luas dan selalu berfikir dulu sebelum melakukan suatu tindakan.

Sedangkan model baju wanitanya memiliki filosofi kekayaan alam Minangkabau yang super banyak dan beragam, sehingga diperlihatkan dengan taburan emas pada pakaian tersebut. Kemudian filosofi gelang yang menggambarkan batasan pekerjaan seorang wanita, di tengah masyarakat Minangkabau.

Beralih pada filosofi yang terdapat pada sejumlah aksesoris busana adat Sumatera Barat. Seperti tingkuluak yang dipakai wanita terutama Bundo Kanduang, dengan makna bahwa wanita Minang tidak boleh memikul beban yang berat. Kemudian selempang khas yang dipakai wanita, dengan makna kewaspadaan terhadap apapun yang terjadi di lingkungannya.

Sebuah wawasan yang sangat bermanfaat, ketika Anda memahami seluk beluk tentang pakaian adat Sumatera Barat. Karena ternyata banyak bagiannya, baik untuk pria maupun wanita. Dan semua bagian memiliki filosofinya masing-masing di mana semuanya sangat berkaitan, dengan bagaimana seseorang menjalankan hidupnya sesuai adat istiadat yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright CostaBotes.com