6+ Pakaian Adat Sulawesi Selatan yang Bikin Takjub

Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi yang dihuni oleh berbagai suku, wajar kalau bicara soal budaya di sana sangat beragam. Termasuk pakaian adat Sulawesi Selatan yang jumlahnya juga tidak sedikit, dan masing-masing punya perbedaan yang sangat signifikan. Berikut ini sederet fakta tentang pakaian adat, yang masih dilestarikan masyarakat setempat dari dulu sampai sekarang:

Jenis Pakaian Adat Sulawesi Selatan

Bicara soal nama suku yang menetap di provinsi dengan penduduk sekitar 8,7 juta jiwa itu, ada sekitar 10 yang masih bertahan. Beberapa di antaranya bertahan dengan eksistensi kuat termasuk pakaian adat mereka, mau tahu?

1. Pattuqduq Towaine (Mandar)

Pakaian Adat Sulawesi Selatan

Pakaian ini merupakan pakaian adat Suku Mandar, biasanya dipakai saat acara pernikahan. Untuk wanita menggunakan baju utama dinamakan Rawang Boko, yang terbuat dari bahan sutra dengan warna cerah seperti merah muda. Bagian bawah dibalut Lipaq Aqdi Diratter atau sarung khusus dengan hiasan rantai uniknya.

Untuk pria Mandar saat menikah menggunakan jas jenis tutup yang dibuat dari bahan sutra, untuk bawahannya menggunakan celana panjang, kemudian diberi balutan sarung dengan warna sama dengan sarung mempelai wanita.

2. Pokko (Toraja Wanita)

Pakaian Adat Sulawesi Selatan

Pakaian ini dipakai oleh wanita asal suku Toraja, terutama penari atau wanita yang datang di acara adat Toraja. Keunikan pakaian adat Sulawesi Selatan ini, karena berlengan pendek dipadukan dengan bagian bawah dengan warna senada. Warna Pokok yang biasa dipakai adalah putih, kuning, merah, hitam, atau hijau.

Untuk memaksimalkan penampilan wanita dengan baju ini bagian kerah, ujung lengan, dan bagian pinggang diberi sentuhan motif ciri khas toraja yang dibuat dari benang khusus. Bahkan demi menjaga kelestarianya sampai sekarang, baju ini juga jadi baju wajib yang dipakai oleh pegawai negeri sipil Tana Toraja pada hari Sabtu, lho!.

3. Seppa Tallung (Toraja Pria)

Pakaian Adat Sulawesi Selatan

Untuk pria Toraja memiliki pakaian adat berbentuk kemeja lengan pendek bermotif, lengkap dengan celana hingga lutut dengan motif yang sama. Pemilihan warna pakaian ini juga lebih dominan cerah seperti kuning, merah atau putih. Karena keunikannya itulah banyak orang jadi kenal pakaian yang satu ini, bahkan sempat diperkenalkan melalui Manhunt International 2011.

4. Bodo (Bugis Wanita)

Pakaian Adat Sulawesi Selatan

Adalah pakaian adat wanita dari suku Bugis, yang merupakan suku dengan jumlah penduduk terbesar di Sulawesi Selatan. Bentuknya segi empat dengan lengan pendek, dipakai dengan bawahan berupa kain sarung bermotif. Biasanya dipakai pada acara pernikahan atau acara adat Bugis.

Tapi jangan salah pakai, ada identitas berdasarkan warna baju bodo yang dipakai. Untuk anak perempuan usia 10 tahun warnanya jingga, usia maksimal 14 tahun berwarna jingga merah, sedangkan merah untuk wanita usia antara 17-25 tahun. Lalu baju warna putih dipakai oleh golongan pembantu, hijau bangsawan dan ungu untuk wanita berstatus janda.

5. Tutu (Bugis Pria)

Pakaian Adat Sulawesi Selatan

Pakaian ini digunakan oleh pria Bugis untuk berbagai acara adat hingga pernikahan, bentuknya jas dan dipadu dengan celana dengan nama Paroci. Bisa juga dengan Lipa Garusuk atau kain sarung khas Bugis. Warna dari baju ini adalah hitam, yang dilengkapi kancing emas di bagian depan pakaian.

6. Bella Dada (Makassar)

Pakaian Adat Sulawesi Selatan

Sedangkan untuk pria suku Makassar punya pakaian adat bernama Bella Dada, yang artinya adalah pakaian dengan bagian belahnya di dada. Pakaian ini berbentuk kemeja dan sepintas mirip beskap dengan kerah tegaknya. Hanya saja warnanya lebih variatif, yaitu antara merah marun, hijau, atau ungu.

Perpaduan bawahannya adalah kain sarung motif, yang diberi ikat pinggang khusus dengan warna dan motif yang sama. Pakaian ini banyak dipakai pria Makassar pada acara adat, hingga acara kenegaraan.

7. Labbu (Makassar)

Pakaian Adat Sulawesi Selatan

Adalah baju untuk wanita Makassar yang mirip dengan baju Bodo. Dulunya baju ini hanya boleh dipakai oleh wanita bangsawan terutama dari kerajaan Luwu, tapi sekarang sudah semakin modern, sehingga bisa dipakai wanita asli Makassar untuk acara-acara penting.

8. Pakaian Adat Pernikahan

Pakaian Adat Sulawesi Selatan

Secara umum untuk pakaian pernikahan, masyarakat Sulawesi Selatan menggunakan perpaduan baju Bodo untuk wanita dan baju Tutu untuk pria. Warna utamanya adalah hijau, tapi bisa disesuaikan dengan daerah asal mempelai.

Aksesoris Untuk Pakaian Adat Sulawesi Selatan

Untuk mempercantik tampilan saat menggunakan pakaian adat, ada beberapa aksesoris wajib yang dipakai pria atau wanita Sulawesi Selatan. Sebagai perpaduan lengkap dari pakaian yang mereka gunakan.

1. Songkok dan Keris Baju Tutu

Merupakan penutup kepala yang wajib dipakai ketika seorang pria memakai baju tutu, bentuknya seperti peci yang punya ciri khas motif khusus sesuai dengan kain yang dipakai pria tersebut. Bersama songkok biasanya juga ada keris yang diselipkan pada ikat pinggang pria, keris tersebut merupakan senjata tradisional yang biasa disebut Passatimpo.

2. Perhiasan Baju Bodo

Aksesoris lengkap untuk baju ini adalah gelang tebal, kalung, anting, ikat pinggang, dan bando. Khusus bando diberi hiasan bunga di bertangkai disebut Saloko, yang semuanya terbuat dari bahan yang sama. Dulu bahannya adalah emas atau perak, tapi sekarang lebih variatif karena ada yang dibuat dari bahan kuningan, sehingga harganya lebih murah.

3. Aksesoris Baju Seppa Tallung

Saat menggunakan pakaian ini, biasanya pria diberi aksesoris pendukung, sebagai contoh yaitu kalung Kandaure, selempang, kain untuk menutupi kepala hingga keris Gayang. Semuanya merupakan paket sempurna saat memakai Seppa Tallung.

4. Manik-manik Baju Pokko

Untuk baju khas wanita Toraja ini, biasanya dilengkapi dengan kalung menjuntai yang dibuat dari manik-manik. Kemudian gelang dan ikat kepala Kandure ,yang juga terbuat dari manik-manik warna senada. Aksesoris lainnya adalah ikat pinggang dari kain yang dibuat khusus, dan sebuah keris tradisional berwarna emas.

5. Passapu’ Baju Bella Dada

Pakaian khas Makassar untuk pria ini juga dilengkapi dengan sejumlah aksesoris pendukung. Di antaranya adalah kain untuk menutup bagian kepala yang disebut Passapu’, gelang Ponto Naga, Atua Rante Sembang atau selempang, dan sapu tangan yang disebut Passapu Ambara.

Ciri Khas Pakaian Adat Sulawesi Selatan

Ketika Anda melihat gambar pakaian adat dari Provinsi Sulawesi Selatan ini, akan banyak keunikan yang menjadi ciri khasnya. Sehingga mudah dibedakan dengan pakaian adat lainnya, seperti baju bodo dengan lengan pendek tanpa potongan jelas pada bagian kerahnya. Kemudian ketika dibawa duduk, akan membuat gelembung di bagian belakang baju tersebut.

Baju bodo juga sangat minim motif, karena biasanya hanya kain polos yang dibentuk segi empat lengan pendek. Beda dengan baju adat daerah lain di mana pakaian wanita penuh dengan motif khusus, tapi baju ini dilengkapi dengan banyak aksesoris, sehingga terlihat lebih mewah.

Sama halnya dengan ciri khas baju Pokko dimana penjelasannya adalah pakaian ini lengannya pendek dan unik, dengan hiasan manik-manik di seluruh bagian dada hingga punggung. Beda dengan baju dari daerah lain, yang hiasannya biasa dibuat dari sulaman atau bordir khusus.

Sudah puas dengan informasi pakaian adat Sulawesi Selatan? Cobalah sempatkan untuk datang, ke daerah yang terkenal dengan pantai Losarinya yang indah itu. Anda akan melihat secara langsung bagaimana uniknya berbagai pakaian adat, yang masih dilestarikan masyarakat setempat hingga kini. Siapa tahu ada kesempatan bagi Anda, untuk memakainya dan mengabadikan momen tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright CostaBotes.com